Ponsel pintar memudahkan orang untuk mengirim pesan dengan jumlah yang
banyak sekaligus. Lewat berbagai fitur aplikasi perpesanan yang dapat
diinstal di pintar itu. Namun, kemudahan ini kadang kala digunakan orang
untuk menyebar informasi hoax, promosi gatis, dan lain sebagainya.
Seperti baru-baru ini, beredar
broadcast mengerikan di berbagai
aplikasi perpesanan ponsel pintar. Pengirimnya mengaku seorang bocah
bernama Radit, umurnya 12 tahun. Ia telah meninggal dunia dan mengirim
pesan dari dalam kubur. Bagaimana bisa?
Sebelum bertanya jauh ke
sana, konten yang dikirim Radit amat sangat mengerikan. Ia mengaku
sebagai korban ledakan bom. Kepalanya tertembus serpihan kaca dan
langsung meninggal seketika.
"Kak tolong sebarkan BC ini ke
seluruh kontak kakak. Kalau tidak aku akan datang ke kamar kaka dan
membunuh kakak," tulis pengirim yang mengaku bernama Radit, mulai
mengancam.
Tak berhenti di situ, Radit juga memerikan contoh-contoh orang yang telah ia bunuh karena tidak menyebarkan broadcast. Korban pertama bernama Gisel yang cuma mengirim ke dua kontak.
"Malemnya aku datang, dan memotong-motong jari Gisel dengan serpihan kaca yang menancap di kepalaku," tulisnya.
Hal yang sama juga diceritakan terjadi pada korban bernama Rendi yang mengirim broadcast hanya kesepuluh kontak. Jari kakinya digigit sampai putus.
Pengirim juga mengirimkan contoh orang yang mau mengirim broadcast ke seluruh kontaknya. "Namanya Karla, aku datang kepadanya dan membawakan liontin sebagai hadiah," tulisnya.
Radit mengirim broadcast ini dengan tujuan biar sampai ke pelaku pengeboman. Dilengkapi dengan tanda tagar bahkan sumpah demi Tuhan bahwa broadcast itu adalah sebuah kebenaran,
Tentu saja, broadcast itu juga diunggah ke media sosial Facebook. Beberapa netizen menganggap cerita dalam broadcast itu cukup mengerikan. Sebagian mengangap broadcast seperti itu sangat kampungan. Kendati demikian, tak jarang netizen yang mengaku ketakutan dan menyebarkan broadcast tersebut.
Kamu bagaimana?
Sumber: Liputan6.com
Baca Juga:
Video : Kisah Pilu Ibu Muda Rela Mati Tertabrak TRUK demi selamatkan sang Anak
0 Comments