Dalam dunia
kedokteran, bila seseorang dioperasi, maka pasien harus dibius. Kemudian
setelah dioperasi, bekas operasi harus dijahit. Tapi operasi model
Guru, panggilan akrab Andi Aco Puang Bulan ini, tidak perlu dibius.
Pasien dibedah tanpa jahitan. Hasilnya, tak ada bekas jahitan sedikit
pun, padahal tadinya dibedah pakai pisau dapur. Biaya operasi, apapun
jenis penyakit pasien, tak akan pernah lebih dari Rp.700.000,- untuk
penyakit yang harus menjalani operasi. Luar biasa ! Praktek pengobatan
alternatif ini, dulunya berlangsung setiap Rabu, di Jl.Swadaya II No.14
Makassar.
Pasiennya membludak, bukan cuma dari masyarakat kelas bawah,
tapi juga banyak pasien datang dengan mobil pribadi. Mereka, selain
warga Makassar, juga banyak berasal dari berbagai daerah kabupaten.
Bahkan banyak dari luar Sulsel. Belakangan Guru tempat praktek ke kawasan Jl.Tentara Pelajar Makassar. Jadwal
praktek pengobatan berlangsung setiap hari Minggu antara jam 8.00
sampai jam 13.00 wita. Bagi yang sulit menemukan alamatnya di kawasan Jl.Tentara Pelajar Makassar dapat menepon ke 081242410766 dan 081354667205.
Penyakit yang bisa disembuhkan Guru,
yakni penyakit jantung, darah tinggi dan darah rendah, benjolan, kista,
gondok, tumor, kanker, patah tulang, mandul, sulit keturunan, diabetes,
ginjal, lever, mata kabur, rabun ayam, asam urat, kencing batu,
gangguan pencernaan, sakit asma, lemah syahwat, gangguan mahluk halus,
kena santet, buang susuk, kasus rumah tangga atau pacar, kelancaran
rejeki, dan sejumlah penyakit lainnya. Pasien boleh muslim boleh juga
non muslim.
Tubuh Andi Aco Dimakan Ikan
Guru, berasal Palanro dan Balangnipa,
kab.Sinjai. Sewaktu muda dulu, lelaki sederhana ini merantau ke Malaysia
sebagai TKI illegal, melalui jalur Nunukan.
Di Malaysia dia bekerja di hutan,
sebagai buruh kebun kelapa sawit, agar tidak mudah tertangkap Polisi Di
Raja Malaysia. Setelah beberapa lama bekerja, tiba-tiba dia kena
penyakit yang tidak lazim dan mengerikan. Bahkan orang yang melihatnya
akan merasa jijik, bau busuk. Dia kena penyakit Puru di sekujur
tubuhnya. Tak ada siapapun yang sudi memeberi tumpangan di rumah warga.
Ada empat wanita dalam satu rumah, juga tak mau menolongnya.
Akhirnya
dia pasrah dan memilih berbaring di tepi sungai tak jauh dari rumah
milik keempat perempuan tadi, seraya berkata kepada mereka ; Biar mi
saya tidur disini saja, sudah enak mi kurasa. Ikan-ikan juga datang
memakan luka-luka di badanku. Andi Aco membiarkan sebagian dari
badannya dilalap ikan.
Dalam keadaan tidak berdaya, tiba-tiba
ada tiga sosok mansia yang entah dari mana, berdiri di depannya. Satu
diantaranya berjenggot. Mereka kemudian memberi sehelai kain berwarna
merah, juga sebuah kayu berbentuk bulat panjang. Kayu itu mirip alu, atau alat penumbuk padi. Cuma ukurannya hanya sebesar ibu jari orang dewasa, berwarna coklat.
Ketiga orang itu minta agar kedua benda tersebut dipergunakan menolong orang yang menderita penyakit dalam dengan cara operasi.
Kepada Wartawan MITOS, Guru
mengungkapkan, ketiga orang itu adalah mahluk gaib. Bangsa jin. Awalnya
dia tidak mudah percaya begitu saja. Apa yang bisa saya perbuat dalam
menolong orang sakit, apalagi mengoperasi orang. Sedang saya sendiri
dalam keadaan sakit, pikir Andi Aco saat itu. Namun suatu hari, ada ayam
sakit. Dioperasilah ayam itu. Ternyata sembuh.
Suatu hari, kisah Guru, isteri Andi Aco
mau melahirkan. Tapi tak mungkin isterinya dibawa ke rumah sakit di
kota. Takut tertangkap. Maka dia putuskan menangani isterinya sendiri
melahirkan di dalam hutan. Dan Alhamdulillah, anaknya selamat dan
sekarang sudah besar. Guru menunjuk seorang pemuda yang ikut juga sang
ayah dalam praktek pengobatan. Putranya itu lahir di hutan Malaysia
tahun 1987.
Cara Pengobatan
Dalam menjalankan praktek pengobatan
pada pasien, Guru memiliki metode tersendiri. Kedua benda yang Guru
dapat dari ketiga orang gaib tersebut, sangat berperan penting dalam
menjalankan praktek pengobatan. Keduanya punya peran sangat istimewa.
Tongkat kayu yang dulunya hanya sebesar
ibu jari, sekarang sudah berubah menjadi panjang dan membesar, akibat
mengisap penyakit para pasien. Fungsinya, mendeteksi penyakit pada saat
ujungnya ditempelkan pada tubuh pasien. Apabila ujung tongkat
ditempelkan ke tubuh pasien lalu memberi tanda bergetar kecil, berarti
penyakit pasien kecil, atau tidak parah. Bila bergetar keras maka
dipastikan penyakitnya juga parah. Bila saat ditempelkan ke tubuh pasien
tongkat kayu itu melompat-lompat, artinya penyakit pasien sudah tidak
dapat tertolong, urai Guru. Sedang kain berwarna merah, fungsinya
bereperan penting saat operasi berlangsung. Misalnya pada operasi
katarak, biji mata dikeluarkan dari kelopaknya, otomatis putuslah
ratusan urat syaraf. Kemudian dipasang kembali pada tempatnya semula
lalu ditutup dengan kain merah. Saat itulah gaib yang bekerja menyambung
kembali urat-urat syaraf yang terputus tadi. Dan setelah terhubung
semua urat syaraf, tongkat kayu yang diletakkan di atas bola mata akan
melompat memberi tanda, bahwa urat-urat syaraf sudah tersambung kembali.
Begitu juga pada operasi penyakit lainnya.
Soal Al Qur’an, dipergunakan sebagai
alat anesthesia atau pembius. Untuk menghilangkan rasa sakit pada waktu
menjalani proses bedah. Satu ditaruh di perut dan yang satunya lagi
ditaruh di wajah pasien. Ini berlaku juga pada pasien non Islam.
Buktinya, dengan bius pakai Al-Qur’an, pasien tak ada yang merasakan
sakit saat operasi.
Sebenarnya, saat operasi dilakukan, yang
mengerjakan secara langsung bukanlah Guru. Tubuh Guru hanya menjadi
media bagi mahluk gaib itu untuk dapat melakukan operasi ataupun
pengobatan secara langsung. Bukan saya yang mengerjakan semua itu, tapi
ada barang gaib yang mengerjakannya, kata Guru .
Apabila Guru sedang mengobati atau
mengoperasi pasien, wajahnya terlihat lebih berwibawa, tenang, dan dari
wajahnya terpancar aura gaib. Dalam tubuh Guru, di antara kulit dan
dagingnya, tertanam banyak mustika, dan biasanya akan muncul pada setiap
malam Jumat .
Mustika tersebut akan keluar dari tubuh
Guru bila penyakit seorang pasien tidak kunjung sembuh walaupun telah
beberapa kali diobati. Namun bila pasien yakin akan sembuh maka saat
itulah mustika keluar. Maka, pesan Guru, sebaiknya jika datang berobat
kepadanya, harus yakin. Kalau tidak yakin akan percuma, karena pasti
penyakitnya akan kambuh lagi.
Air Berwarna
Obat yang diberikan pada pasien
berbeda-beda. Tergantung jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Ada
empat jenis warna dari obat yang biasa diberikan ke pasien, ada hitam
berwarna hitam, putih, merah dan kuning. Air itu dibuat tanpa campur
tangan Guru. Semuanya dibuat dan diramu sendiri oleh gaib. Bahannya pun
saya tidak tahu sama sekali, Hanya jerigen yang disediakan untuk
tempatnya, lalu terisi sendiri, kata Guru.
Dalam setiap tahun ada ritual pemotongan
hewan yang ditujukan untuk orang gaib, berupa seekor kambing, juga
terkadang Guru menyembelih sebanyak 200 ekor ayam, bila gaib memintanya.
Biaya
Biaya pengobatan dan operasi sangat
terjangkau. Untuk biaya pengobatan atau operasi, antara Rp 500.000
sampai Rp 1.500.000, pendaftaran Rp 35.000.
Uang tersebut biasanya disedekahkan
kepada fakir miskin. Yang diambil Guru hanya sebatas keperluan
sehari-hari dan biaya operasional. Setiap Rabu bisa terkumpul Rp.10
jutaan, dan sebagian disedekahkan. Pasien yang telah sembuh akan
dimandi, Sarung mandi mereka dikumpul dan dibagikan pada orang tak mampu
di kampung.
Selain membuka praktek pengobatan di
kota Makassar, Andi Aco Puang Bulan juga melayani pengobatan di rumah
pribadinya di Polman, Sulawesi Barat, tepatnya di dusun Laliko,
kec.Campalagian, pada setiap malam Jumat. Sebelumnya, pernah buka
praktek di Pare-pare. Tapi pihak rumah sakit disana protes, sebab kurang
pasien ke rumah sakit setiap Guru praktek. Tapi kadang pula saya di
panggil oleh pihak rumah sakit untuk membantu kalau ada kasus operasi
yang sulit, kata Guru. Selama praktek di kota Makassar, yang datang
bukan hanya kalangan masyarakat umum. Banyak pejabat dan tokoh
masyarakat yang datang berobat, seperti Prof. Anwar Arifin , H. Taming,
paman Jusuf Kalla, Muchtar Wahid, dan beberapa yang lain.
Pengobatan alternatif yang dilakukan
oleh Andi Aco Puang Bulan sudah berjalan selama lebih 20 tahun. Guru
memiliki Surat Izin Praktek Pengobatan Alternatif dari Depkes RI,
Jakarta (zardi/darna)



0 Comments