Tanda
tanya besar muncul dibenak publik atas keputusan Raja Salman dan
rombongan berlibur ke Nusa Dua, Bali. Kenapa Lombok yang menyabet
predikat destinasi wisata halal tidak dipilih?
Dilansir
SuaraNTB, berikut tiga alasan yang diberikan Kementerian Luar Negeri
yang disampaikan melalui Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muhammad
Faozal. Menurutnya penentuan daerah yang dikunjungi raja Arab Saudi,
Salman bin Abdulaziz al-Saud ini tidak ada kaitannya dengan predikat
wisata halal tersebut.
Alasan pertama, dari sisi keamanan
yang harus sesuai standar sang raja. Keamanan yang dimaksud bukanlah
keamanan global, keamanan dari kejahatan dan lain-lain. Melainkan
keamanan lokasi yang telah disurvei langsung oleh tim dari rombongan.
“Dari sisi
standardisasi sekuritas, Raja Arab Saudi ini memang membutuhkan sebuah
lokasi yang secara sekuriti sudah disurvei oleh timnya. Dan akhirnya
diputuskan bermalam di Nusa Dua Bali. Cuma di Bali saja yang
standardisasinya sudah begitu,” jelasnya pada awak media, Kamis, 23
Februari 2017.
Alasan selanjutnya adalah fasilitas hotel
yang ada di NTB belum memenuhi standar yang diinginkan rombongan ini.
“Standar mereka itu hotel bintang lima plus. Memang kita punya hotel
bintang lima plus?” tanya Faozal.
Lombok baru akan memiliki hotel bintang lima plus tersebut hanya setelah
kawasan Mandalika rampung. Karena hotel-hotel yang akan dibangun di
sana memang hotel berkelas dunia.
Jika melihat dari segi makanan, mungkin
ada muncul pandangan Lombok ‘halal’ sementara Bali ‘tidak halal’, ini
diakui Faozal tidak jadi soal. Sebab, Raja Salman akan menyantap
hidangan dari koki kerajaan yang juga turut dalam rombongan ini. “Jadi
tidak usahlah kita hubung-hubungkan masalah halal dan tidak halal
begitu,” tegasnya.
Dan alasan terakhir adalah kapasitas Lombok International Airport (LIA) yang
belum memenuhi standar. “Standar kebutuhan untuk landing, take-off dari
seluruh rombongan raja ini, bandara kita memang belum sesuai dengan
standar mereka. Beliau kan katanya menggunakan pesawat seperti Boeing
777, itu tidak memungkinkan di BIL,” katanya.
“Jadi
sekali lagi ini tidak berhubungan dengan destinasi halal. Pihak
kementerian juga sudah menyatakan demikian,” lanjutnya. Justru menurut
Faozal, kondisi ini seharusnya dijadikan motivasi untuk semakin
memperbaiki fasilitas pariwisata NTB.
“Ini harus
jadi penyemangat buat Lombok, supaya dia jadi destinasi yang sama dengan
Bali, infrastruktur dan keamanannya. Jangan ditanggapi buruk kenapa
enggak ke NTB, justru ini bagus dia sudah masuk ke Indonesia. Biasanya
beliau itu ke Maldives,” pungkasnya.
Meski
tujuan utamanya Bali, Faozal menyebut beberapa orang dari rombongan Raja
Salman akan berkunjung ke Lombok. Dimana salah satu agendanya yaitu
meninjau kawasan Mandalika. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bisnis
antara ITDC dengan pihak delegasi.
BACA JUGA : Terungkap, Ternyata Ini Alasannya Kenapa ''Raja Salman'' Membawa Segala Fasilitasnya Sendiri ke Indonesia
“Awalnya
proposal dari pihak kerajaan itu tidak terjadwal buat ke Lombok. Tapi
karena kita dorong Lombok sebagai destinasi halal, maka Kemenlu meminta
untuk ada penjadwalan dan sudah disetujui untuk itu,” ucapnya.



0 Comments